Showing: 1 - 1 of 1 Results
Berinvestasi Di Lombok, Indonesia. Bagaimana, Mengapa dan Apa yang Harus Anda Miliki

Berinvestasi Di Lombok, Indonesia. Bagaimana, Mengapa dan Apa yang Harus Anda Miliki

Potensi investasi properti di Indonesia tidak hanya menarik minat investor lokal, tetapi juga investor asing, baik perorangan maupun perusahaan. Lombok, khususnya, adalah salah satu pulau terpanas untuk tempat rencana investasi properti, terutama properti liburan dan perhotelan. Meskipun Bali di dekatnya selalu menarik bagi investor properti liburan, Lombok telah memasuki tempat yang harus lebih diperhatikan.

Mengapa Saya atau Perusahaan Saya Harus Berinvestasi di Lombok?

Ada banyak alasan mengapa Anda atau perusahaan Anda harus mempertimbangkan untuk berinvestasi properti di Lombok, terutama yang menjalankan bisnis perhotelan, akomodasi liburan, restoran, dan hiburan. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

• Lombok perlahan menjadi lebih dikenal dalam dekade terakhir, dan telah dipromosikan sebagai ‘Bali baru’, yang menawarkan banyak tempat yang masih belum dijelajahi dan murni.

• Lombok semakin populer di kalangan pengunjung pantai dan peselancar, terutama karena Lombok juga memiliki banyak pantai yang belum dijelajahi atau masih asli dengan ombak yang sangat bagus perdagangan internasional indonesia .

• Pemerintah Lombok berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah dengan menarik wisatawan dan investor, yang berarti iklim investasi di tahun-tahun mendatang cukup positif.

• Lombok menjadi lebih mudah diakses dengan bandara internasional yang baru dibangun; Ditambah lagi, ketersediaan maskapai penerbangan murah memungkinkan lebih banyak orang pergi ke Lombok, membuka lebih banyak peluang investasi.

Dengan kemungkinan dan potensi yang luar biasa tersebut, Lombok telah menjadi tempat favorit untuk berinvestasi di kalangan investor individu dan kelompok. Selain itu, banyak perusahaan telah mulai membangun resor, hotel, restoran, bar, salon, dan layanan lainnya di beberapa area, untuk menarik lebih banyak pengunjung dan akhirnya meningkatkan pendapatan. Ini adalah peluang bagus jika Anda memiliki perusahaan dan ingin berinvestasi di Lombok.

Namun, ada beberapa kerepotan yang harus Anda lalui jika ingin mendapatkan properti di Indonesia secara perorangan. Jika Anda memiliki pengalaman sebelumnya, Anda akan melihat bahwa ada beberapa persyaratan investor asing untuk memiliki kepemilikan penuh properti di Lombok dan Bali, seperti harus bermitra dengan nominee dan pengacara. Namun, pemerintah Indonesia memiliki Penanaman Modal Asing (Penanaman Modal Asing) atau PMA, termasuk skema yang diatur dalam undang-undang yang mengatur penanaman modal asing dan tindakan investor untuk membuka usaha di Indonesia.

Pemerintah Lombok mengharapkan lebih banyak investor untuk datang dan memberikan lebih banyak fasilitas serta kesempatan kerja, dan oleh karena itu, perusahaan asing dapat berinvestasi untuk properti Lombok meskipun tanpa mitra, perwakilan, atau nominasi. Perusahaan hanya perlu menyerahkan rencana bisnis, proposal, dan dokumen lain yang diperlukan, dan memenuhi semua persyaratan formal sebelum diizinkan oleh negara untuk mendapatkan properti.

Ini jelas merupakan peluang besar bagi investor asing untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dari properti Lombok dan memberikan lebih banyak kontribusi dan peluang kerja bagi masyarakat lokal. Dengan membuka usaha di Indonesia dan membeli properti atas nama perusahaan, investor bisa mendapatkan properti idamannya di Lombok atau Bali, dan bisa mendapatkannya tanpa harus repot repot mencari calon dan pengacara.

Pada dasarnya PMA adalah nama resmi investor asing yang membuka usaha di Indonesia. Jika Anda adalah investor skala besar dengan modal dan business plan yang besar, menggunakan skema PMA adalah cara terbaik dan paling menguntungkan untuk mendapatkan properti di Indonesia, termasuk di Lombok.

Apa yang Dipersiapkan untuk Skema PMA

Jika Anda adalah investor asing yang berminat membeli properti Lombok dan ingin membelinya dengan skema PMA yang diatur oleh pemerintah Indonesia, Anda harus memastikan bahwa Anda menyediakan:

• Rencana bisnis yang baik dan ringkas dengan proyeksi keuntungan, tujuan bisnis, skema bisnis dan informasi lain yang diperlukan.

• Bukti dan dokumen tentang bagaimana rencana bisnis Anda (Anda) akan membantu memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar, seperti dalam kaitannya dengan pekerjaan, kualitas hidup, skema investasi lokal, dan pendapatan nasional tergantung pada seberapa besar perusahaan Anda.

• Bukti bahwa Anda telah menyimpan sejumlah uang di bank terkemuka.

• Persyaratan formal lainnya seperti yang diminta oleh pemerintah lokal dan nasional, bergantung pada jenis bisnis yang Anda miliki.

Anda juga harus memberikan persyaratan lain seperti dokumen formal yang penting dalam membentuk investasi atau bisnis asing baru. Biasanya, bisnis asing bisa secara resmi disebut PMA setelah 3 atau 4 bulan setelah mengurus semua persyaratan.

Mengapa Mengikuti Skema PMA untuk Investasi Properti Lombok?

Jika Anda mengikuti skema PMA, Anda akan dapat memiliki properti di Lombok atau pada dasarnya lokasi lain di Indonesia, di mana perusahaan atau bisnis Anda menjadi pemegang resmi atau hak milik properti. Ini adalah pilihan yang bagus jika Anda berencana untuk menyebarkan operasi bisnis ke Indonesia, atau jika Anda berencana untuk bekerja dan tinggal di Indonesia, atau jika Anda tidak ingin bermitra dan kerepotan lain saat memiliki properti di Indonesia.

Baca Juga : Temukan Tarif Pengiriman Kargo Terbaik

Bagaimana jika saya ingin Berinvestasi as Individu?

Memiliki properti di Indonesia, terutama di kawasan pengembangan liburan yang potensial seperti Lombok, merupakan investasi yang bagus jika Anda berencana untuk memulai bisnis di sini.

PMA adalah salah satu saran kami jika Anda ingin berinvestasi sebagai perusahaan. Namun, jika Anda adalah salah satu investor perorangan, transaksi sewa guna usaha mungkin menjadi salah satu metode terbaik untuk mendapatkan kepemilikan penuh properti.

Transaksi leasehold memberikan hak kepada investor individu untuk memiliki hak milik penuh, tanpa harus mengikuti skema Penanaman Modal Asing yang ditetapkan oleh hukum realti Indonesia. Dalam hal ini, investor tidak harus memiliki bisnis di Indonesia atau membuka perusahaan di negara tersebut dengan rencana bisnis yang diusulkan. Selain itu, rencana ini tidak mengharuskan investor perorangan untuk memiliki nominee atau perwakilan yang akan memberikan kepemilikan properti melalui langkah hukum setelah investor membeli properti