Showing: 1 - 1 of 1 Results

Studio Microsoft Kini Ganti Nama Menjadi Xbox Game Studios

Berbenah adalah agenda utama yang pas ini tengah dikerjakan oleh Microsoft. Demi bersaing langsung bersama dengan Sony yang telah benar-benar piawai dalam memproduksi deretan game-game eksklusif yang berkualitas,

mereka sendiri telah merekrut sejumlah studio-studio game indie potensial yang diinginkan sanggup menolong Microsoft dalam menyusul ketertinggalan.

Keseriusan yang tengah ditunjukan Microsoft paham jadi sebuah berarti menarik bagi para gamer seperti kami dalam lihat suatu bentuk peta kompetisi di dunia industri video game. Lewat banyaknya keterangan pengakuisisian

beserta bersama dengan gencarnya merekrut banyak personel-personel perlu di dalam tubuh mereka, Microsoft benar-benar menginginkan kembali meyakinkan bahwa mereka tetap belum nyerah, lebih-lebih mau menundukkan diri di bawah kesuperioritasan Sony.

Menariknya, nama Microsoft Studios yang sering jadi identitas perlu dalam memproduksikan banyak game asli milik mereka, kini tidak dapat kembali terdengar di tahun 2019 mendatang. Bukan gara-gara bahwa studio

Microsoft telah berhenti beroperasi, justru sebaliknya, mereka tambah membuat perubahan nama citranya sebagai Xbox Game Studios.

Dilansir dari sebuah livestream yang baru-baru ini diadakan oleh pihak Microsoft, Matt Booty selaku kepala studio

mod apk Microsoft mengumumkan andaikata mereka telah merebranding nama Microsoft Studios jadi Xbox Game Studios.

Seperti seperti publisher, keberadaan Xbox Game Studios tetap dapat selamanya mengakomodir dan memayungi semua studio-studio game yang telah dipunyai oleh Microsoft, seperti 343 Industries, The Coalition, Compulsion

Games, inXile Entertainment, Minecraft, Ninja Theory, Obsidian Entertainment, Playground Games, Rare, Turn 10 Studios, Unlead Labs, sampai The Initiative yang notabenenya merupakan studio asli bentukan mereka.

Perubahan nama tersebut merupakan bentuk dari upaya Microsoft dalam mengepakkan sayap di dunia industri video game secara lebih luas. Berbeda bersama dengan Sony yang benar-benar konsisten untuk menjual

eksklusivitas di dalamnya, Microsoft sendiri justru terasa bahwa nama Xbox telah harusnya berevolusi untuk tidak kembali terbatas terhadap suatu stigma mengenai platform konsol semata.

Ya, perihal itu sanggup kamu lihat bahwa di tahun kemarin, banyak game-game first party mereka yang dirilis tidak cuma di konsol Xbox One saja, melainkan juga di PC melalui platform Windows Store. Sekarang, PC dan konsol telah bukan kembali merupakan salah satu fokus perhatian Xbox Game Studios dalam menggerakkan praktek

bisnisnya. Mempromosikan wadah dan fitur cross-platform antar PC, konsol, dan mobile, justru dapat jadi langkah utama mereka dalam memerangi pesona keeksklusifan yang sepanjang ini dikenal lebih melekat untuk pihak Sony.